Sabtu, 12 April 2014

Bahasa indonesia sebagai bahasa yang kedua di Indonesia




Mungkin kedengarannya agak aneh dengan tema yang saya cantumkan diatas, tapi itulah realitanya bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua di Negaranya sendiri yaitu Indonesia. Mengapa terjadi demikian?.

Kita sebagai warga Negara Indonesia seharusnya kita peka terhadap Negara kita sendiri. Mengapa realita tersebut terjadi? Karena warga Negara Indonesia mempunyai banyak suku. Dimana setiap suku tersebut mempunyai bahas sendiri-sendiri. Dilihat dari realita seperti yang seperti itu warga Indonesia lebih mementingkan, mencintai dan bahakan menjunjung tinggi bahasa sukunya sendiri dari pada bahasa Nasional mereka yaitu bahasa Indonesia. Sekarang kita bandingkan dengan negara-negara lain misalnya : Negara Amerika, Inggris, Jepang, Jerman, dalam berkomunikasi negara-negara tersebut menggunakan  bahasa mereka sendiri dan menjunjung tinggi bahasa mereka, dan masih banyak lagi negara-negara yang dalam berkomunikasi menggunakan bahasa mereka sendiri, karena mereka lebih mementingkan integrasi atau persatuan. Dan dengan adanya sebuah integrasi atau persatuan tersebut, negara mereka bisa menjadi lebih maju dalam segala aspek kehidupan dari pada negara kita yang lebih mementingkan bahasa-bahasa sukunya dari pada bahasa Nasional kita  yaitu bahasa Indonesia. Dari permasalahan itu sudah kelihatan sekali bahwasannya Negara Indonesia tidak berpartisipasi dalam menjunjung negaranya sendiri untuk lebih maju seperti negara-negara lain yang sangat mementingkan integrasi atau persatuan. Apabila negara Indonesia tidak menjunjung tinggi bahasa nasional mereka maka, akan berdampak negatif bagi warga negara Indonesia dan juga terhadap kemajuan bagi negara Indonesia, misalnya terpecahnya suku-suku yang ada di negara Indonesia, sehingga negara Indonesia nenjadi negara yang memisahkan diri atau terpecahnya suku-suku yang ada di Negara Indonesia. Dengan demikian Negara Indonesia menjadi negara yang tertinggalkan oleh negara-negara lain yang sudah mencapai puncaknya dalam segala aspek.

Bahasa Indonesia adalah bahasa melayu yang dijadikan sebagai bahasa resmi di Negara Republik Indonesia dan bahasa persatuan bagi bangsa Indonesia. Penanaman Bahasa Indonesia itu sendiri di resmikan setelah di umumkannya sumpah pemuda yang dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 1945. Dan sejak itu pula Bahasa Indonesia menjadi bahasa persatuan Bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia sangat di gunakan dalam perguruan-perguruan, media massa, surat menyurat dan masih banyak lagi, sehingga dapat disimpulkan bahwa Bahasa Indonesia adalah bahasa yang di gunakan oleh warga Indonesia. Tetapi dengan banyaknya suku-suku di Indonesia munculah berbagai macam ragam bahasa di Indonesia, sehingga Bahasa Indonesia yang di tetapkan sebagai Bahasa Nasional Negara mereka di nomor duakan dan warga Indonesia dalam berkomunikasi menggunkan bahasa suku-suku mereka dan menjadikan bahasa sukunya lebih utama dari pada Bahasa Nasional mereka sendiri. Mengapa demikian? Karena dengan mereka menggunakan bahasa suku-sukunya, mereka akan lebih mudah dalam melakukan komunikasi antara satu dengan yang lain dalam satu suku. Setiap suku-suku tersebut mengahasilkan sebuah kebudayaan yang menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Yang diantaranya menciptakan sebuah bahasa-bahasa yang digunakan dalam melakukan komunikasi dalam sukunya tersebut. Meskipun Negara Indonesia mempunyai berbagai macam suku dan berbagai macam budaya yang mengahasilkan berbagai macam bahasa, Negara Indonesia tetap satu juga.

Dan meskipun Bahasa Indonesia telah dipahami dan di ajarkan oleh warga Indonesia tetapi Bahasa Indonesia bukanlah bahasa yang banyak penuturnya. Warga Indonesia serimg kali dalam komunikasinya menggunakan bahasa penutur (bahasa ibu) atau dengan bahasa melayu. Di Negara Indonesia ini mempunyai beragam jenis suku-suku daerah. Dan disetiap daerah meiliki perbedaan bentuk bahasa yang sangat beragam sekali atau sering disebut dengan Bahasa Daerah. Bahasa Daerah ini mempunyai peran yang sangat penting dalam berkomunikasi. Dengan ini bisa mempermudah warga antar suku untuk berinteraksi antar satu dengan yang lain. Di Indnesia mempunyai banyak macam bahasa daerah atau suku yang hanya dapat di mengerti oleh penduduk suku itu sendiri sebagai alat komunikasi sehari-hari antar penduduk suku tersebut. Oleh karena itu, sebagai pemersatu dalam suatu perbedaan bahasa di setiap suku maka Bahasa Indonesia termarginalisasi.

Dalam penggunaan Bahasa Indonesia misalnya si Reni dengan si Ali mereka sama-sama orang sunda dan setiap kali bertemu mereka selalu berbicara menggunakan bahasa sunda sebagai bahasa komunikasi mereka. Dan suatu ketika Reni mempunyai teman yang berbahasa daerah lain misalnya dengan bahasa madura, pasti mereka akan kesulitan apabila mereka menggunakan bahasa daerah mereka masing-masing.Untuk mempermudah dan memperlancar dalam berkomunikasi mereka menggunakan bahasa Nasional mereka yaitu Bahasa Indonesia. Dari urain yang saya jelaskan di atas Bahasa Indonesia merupakan Bahasa pemersatu Yang mampu menyatukan segala  macam perbedaan seorang yang semestinya tidak mengerti dia mampu memahami dengan adanya bahasa. berarti bisa kita artikan bahwa sebuah bahasa mampu memgungkapkan maksud seseorang tanpa melalui sebuah alat peraga. Jadi sangat pentinglah sebuah bahasa ada pada suatu komunitas untuk mengantarkan maksud seseorang di dalam mencapai tujuannya. bayangkan saja seandainya tidak adanya suatu bahasa apakah sebuah interaksi akan menjadi tentulah pasti akan kesulitan dalam mengartikan tujuan yang di maksud. Seseorang yang tidak bisa mengungkapkan keinginannya lewat bahasa mereka cenderung mengunakan peraga lewat anggota tubuhnya seperti penderita tuna wicara mereka mengungkapkan segala yang ia inginkan dengan tindakan tidak dengan suara namun kejelasan serta penangkapan seseorang tidak semudah apabila mengunakan suara lewat bahasa.

Setiap bangsa memiliki bahasa nasional yang berbeda-beda contohnya saja negara inggris mengunakan bahasa nasional dengan bahasa inggris namun semua itu tidak mengurangi makna dari bahasa itu sendiri manfaat dan tujuannya pasti sama sebagai alat komunikasi jadi tidak ada bedanya antara bahasa negara satu dengan bahasa negara lain yang membedakan hanyalah dari segi pelafalannya. Apabila kita menginginkan mengunjungi negara lain maka kita harus menguasai bahasa nasional yang ada pada negara itu, karna tanpa kita mengetahuinya kita tidak akan mampu beradaptasi di sana karna pemahaman bahasa mereka dengan kita sudah tentu berbeda beda lagi kalau mereka juga mengerti bahasa nasional kita.

Sangat pentingnya sebuah bahasa sehingga dalam kehidupan sehari-hari pun kita tidak dapat di pisahkan dari bahasa baik suara maupun lewat tindakan. Bagi seorang yang tidak mengerti sebuah bahasa dia akan tertinggal dengan perkembangan zaman yang semakin maju buktinya saja sekarang banyak alat-alat buatan manusia mampu mengeluarkan bahasa bahkan bisa menyerupai suara manusia, hewan dan lain-lainnya.

Bahasa indonesia sebagai bahasa ke dua sangatlah wajar karena kebudayaan atau kebisasaan yang ada di suatu komunitas itu lebih besar pengaruhnya terhadap keadaan jiwa seseorang maka dari itu bagi seorang yang dari pulau jawa mereka lebih dominan menggunakan bahasa jawa dari pada bahasa indonesia karna di sebabkan kebiasaan yang tumbuh di lingkungan yang dia tempati. Namun bagi mereka masih mampu mengetahui bahasa indonesia karna bahasa itu adalah bahasa nasional pemersatu negara mereka. Walaupun di daerah terpencilpun pastinya mengenal bahasa indonesia karena setiap orang di dalam negara mempunyai kewajiban untuk mengetahuinya sehingga tercermin di setiap lembaga pendidikan pasti ada pelajaran bahasa indonesia, misalnya dalam sebuah perguruan tinggi, sekolah-sekolah, media massa dan masih banyak lagi. Berbeda dengan negara-negara lainnya, mereka sangat menjunjung tinggi bahasa mereka dan menggunakannya di setiap saat dan di manapun mereka berada dan dalam hal apapun mereka menggunakan bahasa mereka karena mereka sangat mengutamakan integrasi. Sebagai contoh lain seorang anak yang tinggal di Yogyakarta mempelajari bahasa Jawa sebagai bahasa pertama yang diajarkan orangtuanya, kemudian saat memasuki bangku sekolah anak tersebut mendapat pengajaran bahasa Indonesia di sekolah, maka dalam hal ini bahasa Indonesia dapat dikatakan sebagai bahasa kedua si anak tersebut.

Bahasa kedua adalah bahasa yang dipelajari secara sistematis dan berencana bukan diperoleh secara alamiah seperti bahasa pertama. Dan yang dimaksudkan dengan bahasa kedua ini adalah Bahasa Indonesia yang menggunakan kata baku. Dengan demikian bahasa Indonesia baku bukanlah bahasa pertama yang di gunakan oleh anak-anak sekolah, melainkan bahasa indinesia baku itu adalah bahasa kedua yang mereka gunakan. Seorang guru dalam melakukan proses pembelajaran haruslah menggunakan bahasa kedua untuk melatih peserta didik dalam proses pembelajaran. dalam masyarakat multilingual tentu akan ada pengajaran bahasa kedua (dan mungkin ketiga). Bahkan bahasa kedua ini bisa juga dikatakan dengan bahasa nasional, bahasa resmi negara, dan juga bahasa resmi kedaerahan. Di Negara Indonesia pada umumnya bahasa Indonesia adalah bahasa kedua yang berstatus sebagai bahasa nasional dan bahasa resmi kenegaraan. Dan terdapat sebuah motivasi dalam belajar bahasa kedua bahwa jika kita mau belajar suatu bahasa kedua, maka yang diperlukan adalah adanya dorongan, keinginan, atau tujuan yang hendak dicapai. Ini akan berbeda jika dibandingkan dengan orang belajar bahasa tanpa adanya suatu dorongan, keinginan, serta tujuan atau motivasi. Jadi, pada dasarnya motivasi dalam pembelajaran bahasa berupa dorongan yang datang dari dalam diri masing-masing anak yang menyebabkan mereka  memilki keinginan yang kuat untuk mempelajari bahasa kedua.

Bahasa Indonesia merupakan bahasa dinamis yang hingga sekarang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan, maupun penyerapan dari bahasa daerah dan asing. Dasar-dasar yang penting untuk berkomunikasi dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu saja. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang digunakan sebagai bahasa pengantar pendidikan perguruan-perguruan atau di sekolah-sekolah. Kondisi yang saling ketergantungan antara satu negara dengan negara lainnya menjadikan penguasaan bahasa kedua menjadi sesuatu yang sangat penting saat ini. Kita perlu mempelajari bahasa kedua untuk kepentingan pendidikan, pariwisata, politik dan ekonomi. Pada pembelajaran bahasa kedua, siswa harus sudah menguasai bahasa pertama dengan baik dan perkembangan pembelajaran bahasa kedua tidak seiring dengan perkembangan fisik dan psikhisnya. Dalam pembelajaran bahasa kedua dilakukan secara formal dan motivasi siswa pada umumnya tidak terlalu tinggi karena bahasa kedua tersebut tidak dipakai untuk berkomunikasi sehari-hari di lingkungan masyarakat siswa tersebut. Tetapi bahasa kedua itu di pakai saat mereka melakukan komunikasi di sekolah. Pentingnya pembelajaran bahasa kedua yang dilatarbelakangi oleh berbagai aspek, membuat seseorang mempelajari bahasa kedua. Proses dalam pembelajaran bahasa kedua tersebut dipengaruhi oleh penggunaan bahasa ibu atau bahasa daerah tertentu. Kemudian proses pembelajaran bahasa kedua tersebut dimulai dari proses pembelajaran formal maupun dari lingkungan. Lingkungan informal memiliki hubungan yang erat terhadap proses penguasaan bahasa kedua. Dengan proses analisis data bahasa yang masuk sebagai masukan dalam pembelajaran bahasa kedua dapat diangkat sebagai pengetahuan linguistik yang sebelumnya tidak diketahui pada saat pembelajaran. Pengetahuan linguistik ini didapat dengan cara mengakaji dan menguji berulang-ulang tentang kebenaran pengetahuan linguistik dengan bahasa sasaran. Sehingga proses pemerolehan dapat menghasilkan pengetahuan linguistik yang dapat dipakai sebagai monitor. Berdasarkan hal tersebut, tampak bahwa lingkungan informal berperan dalam pemerolehan bahasa kedua. Lingkungan informal dapat berperan sebagai masukan pada pemerolehan bahasa seseorang. Kemudian Bahasa teman sebaya juga memiliki pengaruh besar dibandingkan bahasa bahasa orang tua. Anak-anak akan lebih banyak mempelajari perilaku bahasa dari teman-temannya daripada dari orang tuanya. Setiap orang berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang-orang disekitarnya. Pada tahap pemerolehan bahasa keduanya, bahasa yang digunakan oleh orang-orang disekitarnya memiliki peran yang cukup penting. Lingkungan orang tua juga tampaknya hanya terbatas, dilingkungan keluarga terhadap pemerolehan bahasa pertama. Sedangkan untuk pembelajar dewasa, kekuatan bahasa ini semakin berkurang, lebih-lebih bila dihubungkan dengan pemerolehan bahasa kedua. Belajar bahasa secara alami akan memperlihatkan hasil kemampuan berbahasa yang lebih baik daripada melalui lingkungan formal yang lebih menitikberatkan pada pemerolehan bahasa secara sadar tentang aturan-aturan bahasa ataupun pemakaian bentuk formal linguistik. Bahwa cara pembelajar berkomunikasi, baik komunikasi satu arah, komunikasi dua arah terbatas maupun penuh, sangat berpengaruh pada pemerolehan terhadap pembelajaran bahasa kedua. Dalam komunikasi satu arah, pembelajar hanya membaca atau mendengar bahasa kedua, tetapi pembelajar tidak dapat merespon. Dalam komunikasi dua arah terbatas pembelajar akan mendengar bahasa kedua, kemudian memberikan respon secara nonverbal atau tidak menggunakan bahasa sasaran. Dari hal ini dapat dilihat betapa pentingnya lingkungan dalam hal proses pembelajaran bahasa yang memberikan masukan bahasa kedua, yang memungkinkan pembelajar mampu berkomunikasi dua arah penuh. Tentunya hal ini terjadi secara bertahap. Adanya acuan bahasa yang konkret juga harus diperhatikan dalam proses berbahasa.

Pengajaran bahasa Indonesia dapat dilihat dari dua perspektif, yaitu bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama dan bahasa kedua. Ini membuktikan bahwa Indonesia kaya akan budaya. Salah satu unsur budaya yang dicetuskan oleh Koentjaraningrat yaitu bahasa. Indonesia memilki banyak bahasa daerah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Dari dasar ini, posisi bahasa Indonesia yang secara politis merupakan bahasa negara dan bahasa pemersatu bangsa memilki peran yang sangat startegis di samping mempertahankan bahasa-bahasa daerah. Dalam bahasa pertama, seringkali terdapat di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dll. Sedangkan pada daerah-daerah lain masih bisa mempertahan bahasa daerahnya. Setidaknya terdapat beberapa pendekatan yang menunjang pemerolehan bahasa pertama. Sedangkan, untuk pengajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua terdapat faktor-faktor penentunya. Proses belajar-mengajar bahasa, baik bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama maupun bahasa kedua, perlu diperhatikan beberapa variabel, seperti yang bersifat linguistik maupun yang bersifat nonlinguistik yang dapat menentukan keberhasilan dalam proses mempelajari bahasa. Kedua variabel tersebut bukan merupakan hal yang terpisah atau berdiri sendiri-sendiri, melainkan merupakan hal yang saling berhubungan, berkaitan, serta berpengaruh. Dengan demikian, bahasa Indonesia kelak menjadi bahasa yang sangat dikagumi dan menjadi bahasa yang berjaya di rumah sendiri serta disegani oleh bangsa-bangsa lain seperti pada awal-awal kemerdekaan Indonesia.



           

           



 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar